Dreams are renewable. No matter what our age or condition, there are still untapped possibilities within us and new beauty waiting to be born.

-Dale Turner-

Selasa, 16 November 2010

tugas resume pengantar bisnis BAB 8

BAB 8
PEMBELANJAAN

GAMBARAN UMUM PEMBELANJAAN
Arti Pembelanjaan dan Fungsi Manajer
Pembelanjaan adalah suatu usaha menyangkut bagaimana perusahaan harus
mengorganisir untuk mendapatkan dana, bagaimana mendapatkan dana, bagaimana menggunakan dana dan bagaimana laba perusahaan akan didistribusikan.
Di dalam perusahaan harus dipelihara keseimbangan keuangan yang menguntungkan
untuk mendukung perkembangannya. Keseimbangan tersebut terjadi antara kekayaan (aktiva lancar dan aktiva tetap) di satu pihak dengan utang dan modal (pasiva) di lain pihak, baik secara kuantitatif yaitu keseimbangan nilai rupiah antara kekayaan dengan utang dan modal yang memerlukan persyaratan-persyaratan tertentu, maupun keseimbangan kualitatif yaitu keseimbangan antara elemen-elemen kekayaan dengan elemen-elemen utang dan modal perusahaan.

PENGGUNAAN DANA
Gambaran Umum
Metode penggolongan untuk penggunaan dana ini dibagi menjadi dua, yaitu
penggunaan jangka pendek dan jangka panjang. Penggunaan jangka pendek dapat ditunjukkan sebagai aktiva lancar. Investasi paling besar dalam perusahaan pada umumnya berbentuk aktiva tetap yang merupakan investasi jangka panjang.
Penggunaan Dana Jangka Pendek
1. Kas
Kas yang dipegang manajer tidak hanya berwujud uang tunai tetapi juga berwujud cek.
Dalam mengelola kas terdapat suatu prinsip umum yang harus dipegang
manajer yaitu meminimumkan jumlah kas yang diperlukan untuk kegiatan perusahaan, dan memaksimumkan jumlah dana untuk investasi yang dapat menghasilkan bunga.
• Aliran Kas
Kas ditimbulkan oleh penjualan, karena kebanyakan penjualan berbentuk kredit
maka terciptra piutang, piutang yang tidak dapat ditagih masuk dalam piutang ragu-ragu, sedangkan piutang yang telah dilunasi akan masuk ke kas.
• Anggaran Kas
Tanggung jawab manajer dalam pengelolaan aliran kas perusahaan meliputi:
a. Membuat kepastian bahwa kas selalu tersedia bilaman diperlukan.
b. Memanfaatkan kas untuk memaksimumkan pendapayan bunga.
Untuk menunjang tujuan-tujuan tersebut, perlu dibuat anggaran kas yang
memperlihatkan penerimaan dan pengeluarannya.
2. Surat-surat Berharga
Manajer keuangan yang sedang memelihara keseimbangan antara likuiditas dan
profitabilitas (kemampuan untuk mendapat laba) mempunyai alternatif untuk cenderung memegang jumlah kas yang lebih besar, ia dapat menginvestasikan kas tersebut dalam surat-surat berharga yang dapat menghasilkan bunga. Seperti sertifikat deposito (certificates of deposit) yaitu tanda bukti kewajiban membayar yang dikeluarkan oleh bank komersial.
3. Piutang
Untuk mempertahankan pembeli-pembeli yang ada dan untuk menarik pembeli baru,
banyak perusahaan yang memberikan atau menggenakan pembayaran secara kredit kepada mereka. Jadi, bagi perusahaan piutang ini sering terjadi dari adanya penjualan kredit kepada pembeli yang jumlahnya dapat mencapai 20% dari seluruh aktiva.
4. Persediaan
Bagi perusahaan yang memelihara sejumlah persediaan barang untuk memenuhi
permintaan pembeli dengan cepat, harus mempunyai sejumlah investasi disitu. Investasi tersebut dapat dilakukan secara terus-menerus dalam bentuk persediaan bahan, persediaan barang dalam proses atau barang setengah jadi, dan persediaan barang jadi.

Penggunaan Dana Jangka Panjang
Untuk perusahaan manufaktur, sebagian besar investasinya pada umumnya
diwujudkan dalam bentuk aktiva tetap jangka panjang. Aktiva tetap tersebut dapat berupa: tanah, bangunan, dan peralatan.
1. Tanah yang dimiliki oleh perusahaan merupakan aktiva tetapa dengan jangka waktu yang tidak terbatas.
2. Bangunan yang dimiliki perusahaan harus ditentukan umurnya. Kemudian perusahaan harus menyisihkan sejumlah dan setiap tahun dari penghasilannya. Dana yang disisihkan tersebut dinamakan penyusutan atau depresiasi.
3. Peralatan yang dimiliki oleh perusahaan berupa mesin, alat angkut dalam pabrik, dan peralatan lain yang dipakai dalam produksi. Peralatan tersebut juga perlu disusut karena daya gunanya semakin lama semakin berkurang.
Analisis Investasi Aktiva Tetap
Setiap investasi dan perusahaan ke dalam aktiva tetap memerlukan analisis. Analisis
bertujuan melihat apakah investasi itu dapat memberi kontribusi yang cukup baik terhadap pencapaian tujuan perusahaan.
Terdapat tiga metode analisis investasi yaitu:
a. Metode net present value (NPV), aspek penggunaan uang,
b. Metode internal rate of return (IRR), aspek penggunaan uang,
c. Metode pay off period (POP), aspek waktu
Metode net present value (NPV) dan internal rate of return (IRR) dalam penerapannya dipakai konsep time value of money. Konsep bunga berbunga dari uang yang ditanamkan merupakan basis dari masalah time value of money ini.
Masalah time value of money dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu:
a. Nilai uang pada saat ini (present value)
b. Nilai uang yang akan datang
c. Tingkat bunga (tingkat rate of return)

SUMBER DANA
Macam-macam Sumber Dana
Jika ditinjau dari asalnya, sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi 2 golongan
besar, yaitu:
1. Berasal dari dalam perusahaan. Pembelanjaan intern, meliputi:
• Penggunaan laba perusahaan
• Penggunaan cadangan
• Penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan
2. Berasal dari luar perusahaan. Pembelanjaan ekstern, meliputi:
• Dana dari pemilik / peserta
• Dana dari utang / pinjaman
Pemilihan sumber Dana
Beberapa alternatif yang dapat dipilih adalah:
1. Menggunakan dana intern saja
2. Menggunakan dana ekstern dengan menjual saham
3. Menggunakan dana ekstern dengna mencari pinjaman/kredit
4. Menggunakana dana ekstern dengan menjual sahma dan mencari pinjaman
5. Menggunakan dana intern dan ekstern
Sumber Dana Intern
Cara yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan dengan cara
mengambil dan yang sudah tersedia di perusahaan, tetapi dana intern biasanya sangat terbatas. Apabila perusahaan menghadapi masalah seperti ini, pemecahannya dapat dilakukan dengan prinsip opportunity cost yaitu dengan memberikan beban bunga pada dana milik sendiri yang dipakai sendiri.
Sumber Dana Ekstern
Sumber dana ekstern dapat berasal dari modal sendiri dan kredit.
Kredit digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. Kredit jangka pendek, kredit yang jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun.
• Kredit rekening koran
• Kredit belening
• Kredit wesel
2. Kredit jangka panjang, kredit yang jangka waktunya lebih dari satu tahun.
• Hipotik
• Obligasi
• Kredit bank
• Kredit dari negara lain
Optimasi Modal
Untuk menentukan apakah sebaiknya mengambil kredit jangka pendek atau panjang,
perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor berikut:
1. Bunga kredit jangka pendek
2. Bunga kredit jangka panjang
3. Bunga simpanan bank
4. Jangka waktu pemakaian modal
5. Jangka kritis
Adapun kriteria yang bisa dipakai untuk menentukan apakah menggunakan kredit
jangka panjang atau pendek, yaitu:
1. Jangka kritis
2. Beban bunga
Kredit Lembaga Keuangan
Kredit yang diajukan perusahaan akan disetujui apabila perusahaan telah dianggap
layak. Hal ini dibuktikan dengan studi kelayakan dan syarat-syarat lain, yaitu:
1. capital atau modal
2. capability, kemampuan untuk mengangsur atau mengembalikan pinjaman dan membayar bunga
3. collateral, jaminan kredit dengan harta tetap sekurang-kurangnya bernilai 150% dari jumlah kredit
4. character, sifat dari pemimipin perusahaan .
Kredit Kelayakan
Kredit kelayakan diberikan kepada mereka dengan dasar Kepres No. 14 A.
Likuiditas Dan Solvabilitas
Alat pengukur seberapa jauh kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
keuangannya adalah : likuiditas dan solvabilitas.
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya setiap saat. Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar semua utang-utang pada saat perusahaan dibubarkan.
Rentabilitas
Adalah kemampuan menghasilkan laba dari sejumlah dana yang dipakai untuk
menghasilkan laba tersebut. Ada dua macam rentabilitas, yaitu: rentabilitas ekonomis dan rentabilitas modal sendiri.
PASAR SURAT-SURAT BERHARGA DAN PASAR MODAL
Saham
1. saham biasa (common stock) , merupakan bentuk pemilikan tanpa hak istimewa.
2. saham preveren (preferred stock), merupakan bentuk pemilikan dengan hak istimewa
hak-hak istimewa adalah:
a. Pembagian dividen yang didahulukan
b. Pembagian dividen kumulatif
c. Pembagian kekayaan yang didahulukan
Obligasi
Merupakan surat perjanjian utang yang sengaja dikeluarkan oleh perusahaan sebagai salah satu sumber dana ekstern.
Jenis-jenis obligasi
1. sesuai dengan pihak yang mengeluarkan, yaitu : obligasi umum dan obligasi perusahaan
2. sesuai dengan karakter jaminan, yaitu: obligasi tanpa jaminan dan obligasi dengan jaminan.
Pasar Modal
Saham dan obligasi dapat diperjual-belikan. Salah satu syarat perusahaan dapat
menjual obligasi dan saham adalah tidak boleh menjual langsung pada masyarakat tapi harus melalui perantara yaitu PT. Danareksa.
»»  READMORE...

Minggu, 31 Oktober 2010

tugas resume pengantar bisnis BAB 7

BAB 7
PEMASARAN

PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASARAN
 Pengertian pemasaran
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
 Penciptaan Faedah Bagi Konsumen
Selain pemasaran, kegiatan lain yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah:
• Produksi yang membuat barang-barang
• Konsumsi yang menggunakan barang-barang tersebut
Pemasaran menjadi penghubung antara kedua faktor tersebut. Perusahaan harus dapat
menciptakan faedah (utility) yaitu, kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan konsumen.
Kegiatan pemasaran dapat menciptakan empat faedah, yaitu:
1. Faedah Waktu
Dapat diciptakan dengan menyediakan produk pada saat konsumen membutuhkan untuk membelinya.
2. Faedah Tempat
Diciptakan dengan menyediakan produk pada tempat yang strategis apabila konsumen ingin membelinya.
3. Faedah Milik
Diciptakan dengan mempersiapkan pemindahan hak milik dari penjual kepada pembeli.
4. Faedah Informasi
Diciptakan dengan memberi informasi tetntang penawaran suatu produk kepada konsumen.
 Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan
kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Konsep pemasaran banyak dianut oleh perusahaan modern yang ingin mencapai laba
jangka panjang dengan berorientasi kepada konsumen atau pasar.
 Pendekatan Studi Pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu:
• Pendekatan serba fungsi (functional approach)
• Pendekatan serba lembaga (institutional approach)
• Pendekatan serba barang (commodity approach)
• Pendekatan serba manajemen (managerial approach)
• Pendekatan serba sistem (total system approach)
Tinjauan satu pendekatan akan menyinggung tinjauan dari pendekatan lainnya.
 Pendekatan Serba Fungsi
Fungsi pokok pemasaran adalah:
1. Penjualan
Merupakan tulang punggung kegiatan untuk mencapai pasar yang dituju.
2. Pembelian
Fungsi pembelian bertujuan memilih barang-barang yang dibeli untuk dijual dengan harga, pelayanan dari penjual dan kualitas produk tertentu
3. Pengangkutan
Merupakan fungsi pemindahan barang dari tempat barang dihasilkan ke tempat barang dikonsumsikan.
4. Penyimpanan
Merupakan fungsi menyimpan barang pada saat barang selesai diproduksi sampai
pada saat barang dikonsumsikan. Alasan mengadakan penyimpanan adalah:
a) Produksi bersifat musiman, sedangkan konsumen bersifat terus-menerus
b) Konsumsi bersifat musiman, sedangkan produksi terus-menerus
c) Spekulasi, yaitu dengan membeli dan menimbun barang untuk dijual pada waktu
harga sedang naik.
d) Menyetabilkan harga, membeli dan menimbun barang pada waktu barang melimpah sehingga harganya rendah, kemudian menjualnya pada waktu terdapat kekurangan barang.
e) Penyimpanan memungkinkan pembelian dalam jumlah besar sehingga memungkinkan untuk memperoleh potongan harga.
5. Pembelanjaan
Adalah fungsi mendapatkan modal dari sumber ekstern guna menyelenggarakan
kegiatan pemasaran.
6. Penanggungan Risiko
Adalah fungsi menghindari dan mengurangi risiko yang berkaitan dengan pemasaran
barang. Macam-macam risiko antara lain:
a) Risiko yang ditimbulkan oleh alam
b) Risiko yang ditimbulkan oleh manusia
c) Risiko yang ditimbulkan oleh pasar
Cara-cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi risiko adalah:
a) Memperkecil jumlah persediaan barang
b) Mengusahakan fasilitas penyimpanan yang baik dan kuat
c) Mengasuransikan barang-barang yang disimpan
7. Standardisasi dan Grading
Standardisasi adalah penentuan batas-batas dasar dalam bentuk spesifikasi barang-barang hasil manufaktur. Dasar penentuannya adalah:
• Ukuran jumlah (Rim untuk kertas)
• Ukuran kapasitas (1 liter untuk oli)
• Ukuran fisik (4 R untuk ban sepeda motor)
• Ukuran kekuatan (tenaga kuda untuk mesin dan motor)
Grading adalah usaha menggolongkan barang ke dalam golongan standard kualitas yang telah mendapat pengakuan dunia perdagangan. Cara penggolongannya adalah:
• Memeriksa dan menyortir dengan panca indra
• Memeriksa dan menyortir dengan alat
• Memeriksa dan menyortir melalui contoh barang
8. Pengumpulan Informasi Pasar
Dalam fungsi ini termasuk pula pengumpulan dan penafsiran keterangan-keterangan tentang barang.
Kedelapan fungsi tersebut dapat dimasukkan ke dalam tiga macam fungsi, yaitu:
• Fungsi pertukaran
• Fungsi penyediaan
• Fungsi penunjang
 Pendekatan Serba Lembaga
Lembaga tersebut adalah :
• Penyedia bahan / supplier
• Produsen
• Perantara dagang
• Perantara agen
• Perusahaan saingan
• Pembeli akhir
 Pendekatan Serba Barang
Merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang
bagaimana barang tertentu pindah dari titik produksi ke konsumen akhir.
 Pendekatan Serba Manajemen
Mempelajari pemasaran dengan menitik-beratkan pada pendapat manajer serta
keputusan yang mereka ambil.
 Pendekatan Serba Sistem
Sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas
pemasaran, barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.

STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN
Sebagai salah satu fungsi pokok dalam perusahaan, pemasaran dipegang oleh manajemen pemasaran yang membawahi sejumlah individu yang dikelompokkan ke dalam sub bagian, yaitu: sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan staf penunjang dan sub bagian penjualan umum. Masing-masing sub bagian dipegang oleh seorang manajer yang bertanggung-jawab pada manajer pemasaran.

PASAR
 Pengertian Pasar
Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya
 Macam-macam pasar
• Pasar konsumen, pembeli yang membeli barang untuk dikonsumsi
• Pasar industri, individu/organisasi yang membeli barang untuk dipakai lagi
• Pasar penjual, individu/organisasi yang membeli barang untuk dijual lagi
• Pasar pemerintah, pasar dimana terdapat lembaga-lembaga pemerintah
 Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.

MARKETING MIX DAN PRODUK
 Pengertian Marketing Mix
Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan
inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni: produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.
 Pengertian Barang
Barang / produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak
dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.
 Penggolongan Barang menurut Tingkat Pemakaian dan Kekongkritannya
1. Barang tahan lama, barang yang dapat dipakai berkali-kali
2. Barang tidak tahan lama, barang yang hanya dapat dipakai sekali atau beberapa kali saja.
3. Jasa, kegiatan atau manfaat yang ditawarkan untuk dijual.
 Penggolongan Barang menurut Tujuan Pemakaiannya oleh si Pemakai
1. Barang konsumsi, barang yang dibeli untuk dikonsumsi
a. Barang konvenien, barang yang mudah dipakai dan mudah didapat
b. Barang shopping, barang yang dibeli dengan mencarinya dahulu
c. Barang special, barang yang hanya dapat dibeli di tempat tertentu saja
2. Barang industri, barang yang dibeli untuk diproses lagi.
a. Bahan baku, bahan pokok untuk membuat barang lain
b. Komponen dan barang setengah jadi, barang yang sudah masuk proses produksi
c. Perlengkapan operasi, barang yang digunakan untuk membantu proses produksi.
d. Instalasi, alat produksi utama dalam perusahaan yang dapat dipakai untuk jangak waktu lama
e. Peralatan ekstra, alat-alat yang dipakai untuk membantu instalasi
 Siklus Kehidupan Barang (Product Life Cycle)
Siklus kehidupan barang terdiri atas lima tahap yang berbeda-beda dan berada dalam
lingkungan pemasaran yang berbeda pula. Tahap-tahap tersebut adalah:
1) Tahap Perkenalan
2) Tahap pertumbuhan
3) Tahap kedewasaan dan kejenuhan
4) Tahap kemunduran
 Merk
Brand adalah suatu nama, istilah simbul, atau disain (rancangan), atau kombinasinya
yang dimaksudkan untuk memberi tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual dan untuk mmbedakannya dari barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing.

SALURAN PEMASARAN
 Pengertian Saluran Distribusi
Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen
untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.
 Alternatif Saluran Distribusi untuk Barang Konsumsi dan Barang Industri
Dalam pendistribusian dapat menggunakan perantara maupun tidak. Perantara adalah
lembaga bisnis yang beroperasi di antara produsen dan konsumen. Dalam distribusi terdapat 9 saluran distribusi, saluran 1 sampai dengan 5 merupakan saluran distribusi untuk barang konsumsi. Sedangkan saluran 6 sampai dengan 9 merupakan saluran distribusi untuk barang industri.
 Saluran Distribusi Ganda
Ada beberapa masalah dalam pemilihan saluran distribusi, antara lain:
1) Jenis barang yang dipasarkan
2) Produsen ynag menghasilkan produknya
3) Penyalur yang bersedia ikut mengambil bagian
4) Pasar yang dituju
Sehingga memungkinkan menggunakan beberapa saluran secara sekaligus (distribusi
ganda). Hal ini dilakukan apabila produsen menjual:
• Barang yang sama ke pasar konsumen dan pasar industri sekaligus
• Barang-barang yang tidak ada kaitannya sama sekali

 Perantara Saluran
Dalam operasinya, perantara saluran melaksanakan berbagai macam fungsi
pemasaran. Selain itu, perantara juga melakukan fungsi penjualan dan pembelian.
 Pedagang Besar
Pedagang besar dapat digolongkan ke dalam:
1) Pedagang besar dengan fungsi penuh, melaksanakan seluruh fungsi pemasaran
2) Pedagang besar dengan fungsi terbatas, melaksanakan satu atau beberapa fungsi pemasaran saja.
 Pengecer
Pengecer mempunyai fungsi penting karena berhubungan langsung dengan konsumen
akhir. Jenis-jenis pengecer:
a) General Merchandise store, toko yang menjual berbagai macam barang
b) Single-line store, menggolongkan dengan mengelompokkan barang sesuai jenis product line-nya
c) Specialty store, menjual sebagian dari product line saja.
 Agen
Jenis-jenis agen antara lain:
a) Agen penjualan, bertugas mencarikan pasar bagi produsen
b) Agen pembelian, bertugas mencarikan penyedia/supplier bagi para pembeli
c) Agen pengangkutan, bertugas meyampaikan barang dari penjual ke pembeli
 Jumlah Perantara dalam Saluran
Dalam hal ini produsen memiliki tiga alternatif yang dapat ditempuh, yaitu:
a) Distribusi intensif
b) Distribusi selektif
c) Distribusi ekslusif
 Distribusi Fisik
Terdapat dua masalah pokok dalam kegiatan distribusi fisik ini yaitu:
1. Pengangkutan, pemindahan barang melalui suatu jalur
a. Penggolongan sesuai dengan metode pengangkutannya
b. Penggolongan sesuai dengan bentuk hukumnya
2. Penyimpanan

PENENTUAN HARGA
 Arti dan Pentingnya Harga
Harga adalah sejumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang
dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayananya.
 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Harga
1. Keadaan Perekonomian
2. Penawaran dan Permintaan
3. Elastisitas Permintaan
4. Persaingan
5. Biaya
6. Tujuan Perusahaan
7. Pengawasan Pemerintah
 Metode-metode Penetapan Harga
1. Penetapan Harga Biaya Plus (cost-plus pricing method)
Harga jual produk dapat dihitung dengan rumus:
BIAYA TOTAL + MARJIN = HARGA JUAL

2. Penetapan Harga Mark-Up (mark-up pricing method)
Rumusnya:
HARGA BELI + MARK UP = HARGA JUAL

3. Penetapan Harga Break-even (break-even pricing)
4. Penetapan Harga dalam Hubungannya dengan Pasar
 Politik Penetapan Harga
1. Penetapan harga psikhologis, biasanya digunakan untuk penjualan barang pada tingkat pengecer
2. Price lining, disini penjual menentukan beberapa tingkatan harga pada semua barang yang dijual
3. Potongan harga, dimaksudkan untuk menarik konsumen. Jenis-jenis potongan harga adalah: (a) potongan kuantitas, (b) potongan dagang, (c) potongan tunai, (d) potongan musiman.
4. Penetapan harga geografis
a. F.O.B tempat asal (F.O.B. point of origin) dimana seluruh ongkos angkut ditanggung pembeli
b. F.O.B tujuan (F.O.B destination) dimana seluruh ongkos angkut ditanggung penjual

PROMOSI DAN PERIKLANAN
 Promosi
Promosi merupakan salah satu variabel marketing mix yang digunakan oleh
perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya. Beberapa kegiatan yang ada dalam promosi pada umumnya ada empat, yaitu:
 Periklanan
 Personal seling
 Promosi penjualan
 Publisitas dan hubungan masyarakat
 Periklanan
Periklanan adalah komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai
media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu.
1. Tujuan Periklanan
a. mendukung personal selling dan kegiatan promosi yang lain
b. mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh salesman dalam jangka waktu tertentu
c. mengadakan hubungan dengan para penyalur
d. memasuki daerah pemasaran baru atau menarik langganan baru
2. Jenis Periklanan
a. periklanan barang (product advertising)
b. periklanan kelembagaan (institutional advertising)
3. Media Periklanan
a. surat kabar
b. majalah
c. radio
d. televisi
e. pos langsung
4. Biro Periklanan
Biro periklanan (advertising agency) merupakan lembaga bisnis yang berdiri
sendiri, yang mengkhususkan kegiatannya di bidang perencanaan, pengembangan, dan penempatan periklanan bagi langganannya.

PERSONAL SELLING, PROMOSI, PENJUALAN, DAN PUBLISITAS
 Personal Selling
Personal selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.
1) Proses personal selling
Tahap-tahap dalam kegiatan personal selling adalah:
a. Persiapan sebelum penjualan
b. Penentuan lokasi pembeli potensial
c. Pendekatan pendahuluan
d. Melakukan penjualan
e. Pelayanan sesudah penjualan
2) Jenis tugas penjualan dan salesman
a. Trade selling dan merchandising salesman, tugas penjualan yang ditujukan pada penyalur, bukan pembeli akhir.
b. Missionary selling dan detailman, tugas penjualan yang dilakukan untuk mendorong pembeli agar bersedia membeli pada penyalur perusahaan.
c. Technical selling dan sales engineer, tugas penjualan meningkatkan penjulan dengan memberi saran dan nasehat kepada para pembeli.
d. New business selling dan pioneer product salesman, tugas penjualan berusaha membuka transaksi baru dengan mengubah calon pembeli menjadi pembeli.
 Promosi Penjualan
Dalam promosi penjualan perusahan menggunakan alat-alat seperti: peragaan,
pameran, demonstrasi, hadiah, contoh barang, dan sebagainya. Jadi, kegiatan tersebut dapat mendukung kegiatan promosi yang lain.
 Publisitas
Hampir sama dengan periklanan, publisitas juga merupakan salah satu kegiatan
promosi yang dilakukan melalui media. Namun bedanya informasi yang tercantum tidak berupa iklan tetapi berupa berita.
»»  READMORE...

Sabtu, 23 Oktober 2010

tugas resume pengantar bisnis BAB 5

BAB 5
DISAIN DAN PERILAKU ORGANISASI


PENGERTIAN ORGANISASI
Apakah yang Dimaksud dengan Organisasi
Menurut Boone dan Kurtz, organisasi didefinisikan sebagai berikut:
Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan.
Definisi organisasi itu mencakup tiga elemen pokok, yaitu: (1) interaksi manusia, (2)
kegiatan mengarah pada tujuan, dan (3) struktur.
Untuk sebuah perusahaan yang kecil, fungsi pengorganisasian itu sangatlah sederhana. Jika perusahaan semakin besar, maka kebutuhan akan organisasi juga meningkat.


ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
Organisasi Formal
Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung-jawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan.
Organisasi formal menawarkan bidang-bidang tetap (relatif) yang masing-masing
orang bekerja pada bidang tanggung jawabnya sendiri. Organisasi formal merupakan bagian yang dapat dilihat pada bagan organisasi. Sedangkan organisasi informal tidak. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan struktur organisasi formal adalah (1) wewenang, (2) tanggung jawab, (3) pertanggung-jawaban, (4)delegasi, dan (5) koordinasi.

Organisasi Informal
Organisasi informal adalah suatau jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal.
Komunikasi yang terjadi dalam organisasi informal berjalan dengan cepat dari mulut
ke mulut. Sistem komunikasi ini dinamakan sistem tanaman rambat. Informasi yang disampaikan dapat berlebihan, kurang tepat, kurang terpercaya, atau dapat juga terpercaya.

Sentralisasi VS Desentralisasi
Organisasi yang Disentralisir
Organisasi manajemen yang disentralisir merupakan sebuah sistem yang wewenang serta pengendaliannya dipegang di suatu pusat, biasanya eksekutif puncak. Kebaikan disentralisir adalah: (1) bahwa pengendalian yang lebih efektif dapat dilakukan, (2) cenderung memperpendek jangka pengambilan keputusan, dan (3) memungkinkan bagi seluruh unit untuk mengikuti suatu rencana tindakan yang seragam.
Sedangkan keburukannya antara lain: (1) jika perusahaan berkembang dengan pesat, maka beban kerja pada eksekutif puncak menjadi terlalu banyak, (2) organisasi yang disentralisir hanya memberi pengalaman sedikit kepada para manajer muda dalam pengambilan keputusan.
Organisasi yang Didesentralisir
Manajemen yang didesentralisir merupakan suatu usaha sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus dilaksanakan pada jenjang tertinggi. Dalam desentralisir, para manajemen bawah mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.


STRUKTUR ORGANISASI DAN PENYUSUNANNYA
Pembentukan Struktur Organisasi
Struktur organisasi formal didasarkan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap
Organisasi, yaitu:
1. Interaksi kemanusiaan
2. Kegiatan yang terarah ke tujuan
3. Struktur
Manajemen harus mengkoordinir kegiatan-kegiatan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi.

Hierarki Tujuan
Hierarki tujuan organisasi berlingkup dari tujuan perusahaan keseluruhan sampai
tujuan-tujuan khusus yang ditetapakan untuk masing-masing karyawan. Jumlah jenjang dalam hierarki bergantung pada besarnya dan kekomplekan perusahaan. Perusahaan yang lebih kecil biasanya mempunyai jenjang lebih sedikit dibanding perusahaan besar.

Departementalisasi
Pembentukan struktur organisasi dimulai dengan penganalisisan kegiatan-kegiatan utama organisasi. Kegiatan ini berupa produksi, pemasaran, pembelanjaan, dan personalia. Masing-masing kegiatan ditugaskan ke departemen yang berbeda dalam perusahaan termasuk manajer dan karyawannya.

Wewenang dan Tanggung Jawab
Tindakan menugaskan kegiatan kepada bawahan disebut pendelegasian. Manajer memberi tanggung jawab dan wewenang kepada bawahan. Setelah melakukan tugas sesuai wewenang dan tanggung jawabnya, bawahan harus memberikan pertanggung-jawaban pada atasan.

Berapa Banyak Bawahan yang Harus Ada di Bawah Seorang Manajer?
Rentangan pengendalian (span of control) merupakan jumlah optimal bawahan yang dapat dikelola oleh seorang manajer. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa manajemen puncak sebaiknya membawahi secara langsung bawahan sebanyak antara empat sampai delapan orang.
Faktor-faktor kritis dalam menentukan rentangan pengendalian yang optimal adalah:
1. Jenis pekerjaan
2. Pelatihan karyawan
3. Kemampuan manajer
4. Efektifitas komunikasi.

Menjamin Komunikasi yang Efektif
Komunikasi merupakan tugas yang relatif sederhana bagi organisasi kecil. Akan
tetapi masalah komunikasi akan semakin banyak seiring dengan tumbuhnya organisasi.

Menghindari Pertumbuhan Organisasi yang Tidak Perlu
Dengan meningkatnya kekomplekan dan ukuran organisasi muncul kecenderungan
untuk menambah personalia atasan dan spesialis. Seorang filusuf dan sejarahwan Inggris bernama C. Northcote Parkinson menjelaskan kecenderungan tersebut dalam bukunya Parkinson’s Law : “Pekerjaan itu meningkat sedemikian rupa sehingga mengisi waktu yang tersedia untuk penyelesaiannya”.
Menurut Parkinson penyebab kecenderungan ini terletak pada:
1. Keinginan manajer sendiri untuk membangun “kerajaan” dengan menambah bawahan.
2. kerja tulis yang diciptakan oleh adanya kesempatan kerja dari karyawan tambahan.
Untuk mencegah terjadinya ini diperlukan usaha dari manajemen puncak untuk tetap waspada dan memberikan perkiraan-perkiraan yang jujur menyangkut kebutuhan akan setiap posisi baru yang diajukan.

Bentuk-Bentuk Struktur Organisasi
Bagan organisasi atau struktur organisasi adalah bagan yang menggambarkan
tentang hubungan antara orang-orang di dalam organisasi dan hubungan antar masing-masing kegiatan.
Pada pokoknya ada empat macam bentuk struktur organisasi, yaitu: organisasi garis
(line organization), organisasi garis dan staf (line and staf organization), organisasi fungsional (functional organization), komite (committee) dan organisasi matrik.

Organisasi Garis
Dalam struktur organisasi garis, kekuasaanmengalir secara langsung dari Direktur ke
Kepala Bagian dan kemudian terus ke karyawan-karyawan di bawahnya.
Organisasi ini biasanya hanya dipakai oleh perusahaan-perusahaan kecil.
a. Kebaikan Organisasi Garis
 Adanya kesatuan dalam pimpinan dan pemerintah.
 Pimpinan dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan.
 Pimpinan dapat lebih cepat dalam memberikan perintah.
 Menghemat biaya.
b. Keburukan Organisasi Garis
 Sering terdapat birokrasi yang menghambat jalannya perusahaan.
 Tidak adanya spesialisasi menyebabkan tugas yang berat bagi para petugas sehingga kurang efisien.
 Kurangnya kerjasama di antara masing-masing bagian.

Organisasi Garis dan Staf
Organisasi ini merupakan kombinasi yang diambilkan dari keuntungan-keuntungan
adanya pengawasan secara langsung dan spesialisasi dari perusahaan. Tipe organisasi ini lebih baik dipakai untuk perusahaan sedang dan besar.
a. Kebaikan Organisasi Garis dan Staf
 Pimpinan lebih leluasa memberikan saran terhadap tugas khusus di luar bagiannya.
 Staf dapat membantu untuk mengatasi berbagai persoalan.
 Staf dapat mendidik para petugas.
 Adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga aliran kekuatannya jelas.
b. Keburukan Organisasi Garis dan Staf
 Kadang-kadang staf tidak lagi memberi saran tetapi perintah.
 Dapat menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya pada staf daripada atasannya.
 Staf dapat ikut disalahkan jika saran yang diberikan tidak memperoleh hasil.

Organisasi Fungsional
Dalam organisasi fungsional, masing-masing manajer adalah seorang spesialis atau ahli dan masing-masing bawahan/pekerja mempunyai beberapa pimpinan. Bentuk ini lebih menekankan pada pembagian fungsi. Oleh karena itu bentuk ini sulit dan jarang sekali dipakai.
a. Kebaikan Organisasi Fungsional
 Masing-masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidangnya, sehingga terdapat keserasian antar tugas dan keahliannya.
 Tugas para manjer menjadi lebih ringan.
b. Keburukan Organisasi Fungsional
 Membingungkan para pekerja.
 Tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan.
 Kesulitan-kesulitan yang timbul tidak dapat secara cepat diatasi.
 Kurangnya koordinasi sering menimbulkan perselisihan diantar para manjer.

Organisasi Komite
Komite sering dilakukan untuk mengumpulkan pendapat tentang berbagai kegiatan
dalam perusahaan. Untuk membentuk komite harus memperhatikan syarat-syarat berikut ini :
1. Suasananya santai dan bersifat informal
2. Semua anggota komite ikut ambil bagian dalam membicarakan tugas-tugasnya
3. Komite mengetahui tentang tugas-tugas yang dibebankan kepadanya
4. Masing-masing anggota komite bersedia mendengarkan pendapat anggota yang lain
5. Keputusan diambil secara konsensus
6. Masing-masing anggota bebas mengemukakan pendapat
7. Ketua komite tidak mempunyai kekuasaan atas yang lain
a. Kebaikan Komite
 Merupakan forum untuk saling bertukar pendapat di antara beberapa anggota
 Keputusan ditentukan bersama-sama sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik
 Menciptakan koordinasi yang lebih baik
 Meningkatkan pengawasan, karena komite berhubungan langsung dengan para pelaksana
b. Keburukan Komite
 Kesulitan dalam mempersiapkan pertemuan karena masing-masing anggota sibuk dengan pekerjaannya
 Keharusan untuk berkompromi
 Sering menimbulkan kesimpang-siuran dalam organisasi
 Tidak mempunyai kekuasaan untuk mendukung saran-saran yang diberikan

Organisasi Matriks
Organisasi matrik, juga disebut organisasi manajemen proyek, dapat didefinisikan
sebagai struktur organisasi dimana para spesialis dari bagian-bagian yang berbeda disatukan untuk mengerjakan proyek khusus.
Dalam organisasi seperti itu beberapa anggota organisasi memberikan laporan kepada
dua atasan, bukannya satu atasan seperti bentuk yang tradisional.
a. Kebaikan Organisasi Matrik
 Luwes
 Memberikan metode untuk memusatkan perhatian pada masalah-masalah utama yang spesifik atau persoalan-persoalan teknis yang unik.
 Memberikan alat inovasi tanpa mengganggu struktur organisasi yang ada.
b. Keburukan Organisasi Matrik
 Beberapa masalah dapat muncul karena pendekatan ini melanggar prinsip kesatuan perintah yang tradisional (satu atasan untuk masing-masing individu)
 Manajer proyek dapat menjumpai kesulitan dalam mengembangkan tim terpadu dari orang-orang yang berasal dari bagian-bagian yang berbeda
 Konflik dapat muncul antara manajer proyek dengan manajer-manajer bagian lain


PERILAKU KEORGANISASIAN
Prediktor-prediktor penting dalam organisasi kerja meliputi kelompok kerja, motivasi,
sikap pekerjaan, dan kepemimpinan.

Kelompok Kerja
Kelompok kerja merupakan sekumpulan karyawan yang secara bersama-sama
mempunyai pekerjaan serupa (umum) dan melihat diri mereka sebagai satu kelompok. Kelompok tersebut dapat mengisi kebutuhan para anggotanya, kebutuhan-kebutuhan itu dapat berupa: (1) kebutuhan berkomunikasi, (2) kebutuhan mempertahankan harga diri dan kepentingan ekonomi, serta (3) kebutuhan akan perlindungan.
Keanggotaan dalam berbagai kelompok akan bergantung pada banyak hal, yaitu: (1)
keakraban satu sama lain, (2) kepentingan bersama, (3) pekerjaan serupa, dan (4) persahabatan.

Motivasi
Motivasi merupakan motif intern yang menyebabkan orang berperilaku seperti yang
mereka lakukan. Karyawan dapat dimotivasi untuk bergabung dalam sebuah kelompok kerja jika mereka merasa bahwa kebutuhan pribadinya dapat lebih terpenuhi denagan cara seperti itu.
Jenjang Kebutuhan Karyawan
Teori motivasi dari Abraham H. Maslow (seorang ahli psikolog) menekankan dua ide
dasar yaitu:
1. Orang mempunyai banyak kebutuhan, tetapi hanya kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi saja yang dapat mempengaruhi perilaku manusia
2. Kebutuhan manusia dikelompokkan dalam sebuah hierarki kepentingan. Jika satu kebutuhan terpenuhi, kebutuhan lain yang tingkatannya lebih tinggi akan muncul dan memerlukan pemuasan
Kebutuhan pertama yang harus dipenuhi adalah kebutuhan fisiologis, seperti rasa lapar, haus, dan lelah. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, baru kemudian orang berusaha memenuhi kebutuhan yang berjenjang lebih tinggi, demikian seterusnya sampai kebutuhan paling tinggi terpenuhi, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri.

Pekerjaan dan Sikap Jabatan
Perkembangan teknologi telah menyebabkan penggunaan mesin dan peralatan
otomatis yang lebih besar. Kecenderungan ke arah yang lebih otomatis di bidang manufaktur dan pertanian lambat laun akan mendapat tantangan dari serikat buruh, karena mereka merasa bosan dan tidak memperoleh kesempatan untuk menggunakan keterampilannya.
Oleh Musselmah dan Jackson, kepuasan jabatan dipandang sebagai indikator yang bermanfaat bagi manajemen untuk menentukan apakah terdapat bidang-bidang masalah dalam angkatan kerja organisasi. Kepuasan jabatan dikaitkan dengan perputaran dan absentiisme dalam angkatan kerja.

Kepemimipinan
Dalam perusahaan, kepemimipinan berkaitan dengan pengarahan kepada karyawan
untuk melakukan pekerjaan. Manajer yang baik pasti akan mendapatkan hasil pekerjaan lebih banyak dari bawahannya dengan sikap sebagai pemimipin yang baik. Untuk mengetahui gaya kepemimipinan yang sesuai, mereka tidak hanya melihat posisinya sebagai manjer yang menghendakinya segalanya telah dilakukan, tetapi mereka harus pula belajar bekerja dalam struktur yang ada secara efektif.
»»  READMORE...

Senin, 18 Oktober 2010

resume pengantar bisnis BAB 4

BAB 4
MANAJEMEN UMUM

PENGERTIAN MANAJEMEN
Arti dan Fungsi Manajemen
Berikut ini definisi manajemen menurut Profesor Oei liang Lee “manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan, serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.”
Dari definisi tentang manajemen di atas, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen mempunyai lima fungsi, yaitu:
1. perencanaan
2. pengorganisasian
3. pengarahan
4. pengkoordinasian
5. pengawasan
Semua fungsi ini dimaksudkan agar kegiatan apapun yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan perencanaan terlebih dahulu. Secara garis besar, perencanan menggambarkan tentang:
a. apa
b. bagaimana
c. mengapa dan
d. kapan akan dilakukan
Setelah perencanaan disusun, barulah ditetapkan siapa yang akan melakukan, bagaiman pembagian kerjanya, bagaimana wewenang, serta pertanggung-jawaban masing-masing kegiatan. Namun, walaupun sudah diorganisir di dalam suatu wadah organisasi, belum tentu kegiatan seseorang searah dengan yang lain. Oleh karena itu perlu diadakan pengarahan agar semuanya dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Untuk mencapai tujuan pasti ada kegiatan-kegiatan yang disatukan dalam suatu wadah yang disebut fungsi. Fungsi ini berbeda-beda sehingga perlu dikoordinasikan, supaya tidak terdapat kontradiksi antara fungsi satu dengan yang lain.
Waktu yang akan datang, yang penuh dengan ketidak-pastian menyebabkan terjadinya penyimpangan. Untuk menjaga agar penyimpangan ini tidak terlalu jauh maka diperlukan pengawasan/pengendalian.
Jenjang Manajemen
Perusahaan-perusahaan besar biasanya mempunyai paling sedikit tiga jenjang manajemen,ketiga jenjang tersebut adalah:
a. Manajemen puncak
Sering disebut manajer senior atau eksekutif kunci. Jenjang ini meliputi dewan direktur, direktur utama atau chief executive officer (CEO), dan pimpinan lain. Manajemen puncak bertugas menyusun rencana umum perusahaan dan mengambil keputusan-keputusan penting.
b. Manajemen Madya
Atau disebut manajemen administratif, meliputi pimpinan pabrik/ manajer divisi. Mereka yang bertanggung jawab dalam penyusunan rencana operasi.
a. Manajemen Operasional
Sering disebut “supervisor garis-pertama” (first-line supervisor), mereka bertanggung jawab melakukan supervisi kepada karyawan yang mengerjakan kegiatan harian.

LATAR BELAKANG SEJARAH MANAJEMEN
Gerakan Manajemen Ilmiah
Sejak pemunculan bukunya tahun 1911, yang berjudul The Principles of Scientific Management, Frederick W. Taylor dikenal sebagai bapak dari gerakan manjemen ilmiah. Di dalam bukunya, terdapat beberapa prinsip-prinsip manajemen yaitu:
Prinsip 1: semua pekerjaan dapat diobservasi dan dianalisis guna menetukan satu cara terbaik untuk menyelesaikannya.
Prinsip 2: orang yang tepat untuk memangku jabatan dapat dipilih dan dilatih secara ilmiah.
Prinsip 3: kita dapat menjamin bahwa cara tebaik tersebut diikuti dengan menggaji pemegang jabatan dengandasr intensif, menyamakan gaji dengan hasil kerjanya.
Prisip 4: menempatkan manajer dalam perencanaan, persiapan dan pemeriksaan pekerjaan.

SEKOLAH-SEKOLAH TENTANG PEMIKIRAN MANAJEMEN
Sekolah Klasik (Classical School)
Sekolah klasik berawal dengan adanya formasi-formasi perusahaan besar. Sekolah klasik telah memberikan saran tentang fungsi-fungsi manajemen primer, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian.
Sekolah Perilaku (Behavioral School)
Sekolah perilaku memusatakan perhatian pada aspek kemanusiaan dari manajemen dan menekankan kebutuhan bagi para manajer untuk memahami manusia.
Sekolah Ilmu Manajemen (Management Science School)
Sekolah manajemen ini melibatkan matematik dan statistik untuk menyelesaikan masalah-masalah operasional perencanaan dan pengendalian.
Analisis Sistem
Analisis sistem merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis dengan mengidentifikasi bagian-bagian utama dari suatu masalah dan hubungan mereka.
Manajemen Hasil
Manajemen hasil atau manajemen berdasarkan sasaran (management by objectives/MBO) adalah program untuk meningkatkan motivasi dan pengendalian karyawan. MBO memusatkan perhatian pada hasil, bukan perilaku yang diperlihatkan oleh karyawan. Program-program MBO dapat meningkatkan komunikasi antara bawahan dan atasan.
Adapun keburukan MBO antara lain:
 Untuk beberapa tugas, MBO sulit menentukan tujuan yang tepat.
 MBO hanya akan sukses jika semua pihak mau berpartisipasi.
 MBO seharusnya tidak dipandang sebagai suatu penyelesaian untuk semua masalah manajemen
 Tujuan-tujuan itu seharusnya layak dan mudah diukur.

PERENCANAAN
Salah satu sifat utama fungsi perencanaan adalah mengarahkan tujuan. Adapun sifat-sifat lain fungsi perencanaan adalah; sumbangan terhadap tujuan serta efisiensi dari rencana itu sendiri.
Bentuk-bentuk Perencanaan
a. Tujuan (Objective)
Tujuan merupakan suatu sasaran dimana kegiatan itu diarahkan dan diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.
b. Kebijakan (Policy)
Kebijakan adalah suatu pernyataan untuk menyalurkan pikirean dalam mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan.
c. Strategi
Strategi merupakan tindakan penyesuaian dari rencana yang telah dibuat.
d. Prosedur
Prosedur merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktu mendatang.
e. Aturan (Rule)
Aturan adalah suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari prosedur.
f. Program
Program merupakan campuran antara kebijakan prosedur, aturan dan pemberian tugas yang disertai dengan suatu anggaran sehingga menciptakan tindakan.
Kegunaan Perencanaan
a. Mengurangi Ketidakpastian serta Perubahan pada Waktu Mendatang
Sebelum melakukan sesuatu untuk waktu yang akan datang, lebih dulu dibuat suatu pedoman atau standard dimana standard ini dapat dipakai sebagai ukuran.
b. Mengarahkan Perhatian pada Tujuan
Perencanaan dibuat untuk digunakan sebagai penentu arah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
c. Memperingan Biaya
Dengan adanya perencanaan memungkinkan diadakan penghematan ongkos-ongkos, sebab kegiatan dapat dilakukan secara efisien dan efektif.
d. Merupakan Sarana untuk Mengadakan Pengawasan
Hasil kerja yang telah dicapai seseorang sulit untuk diukur keefektifannya tanpa adanya perencanaan.
Langkah-langkah Penyusunan Perencanaan
a. Menetapkan Tujuan
Tujuan menggambarkan tentang apa yang diharapkan dapat dicapai dan merupakan suatu titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan.
b. Menyusun anggapan-anggapan (Premissing)
Anggapan-anggapan yang dicari adalah anggapan yang diperkirakan dapat memberikan pengaruh terhadap suatu rencana, baik anggapan dari luar maupun dari dalam.
c. Menetukan Berbagai Alternatif Tindakan
Agar tujuan dapat tercapai sebaiknya dipilih cara-cara yang sesuai saja.
d. Mengadakan Penilaian terhadap Alternatif-alternatif Tindakan yang Sudah Dipilih
Disini dilakukan usaha-usaha untuk mencari alternatif mana yang akan memberikan hasil maksimal dengan pengeluaran tertentu.
e. Mengambil Keputusan
Setelah diadakan penilaian barulah diambil keputusan tentang alternatif mana yang diharapkan dapat mencapai tujuan.
f. Menyusun Rencana Pendukung
Rencana pendukung dibuat untuk membantu rencana awal yang telah dibuat.
Perencanaan Merupakan proses Pendekatan yang Rasional
Dengan berbagai macam langkah yang telah dilakukan dapat dikatakan bahwa perencanaan merupakan suatu proses pendekatan yang rasional untuk waktu yang akan datang.
Jangka Waktu Perencanaan
Menurut jangka waktunya, perencanaan digolongkan menjadi tiga, yaitu:
a. Perencanaan jangka panjang
b. Perencanaan jangka menengah
c. Perencanaan jangka pendek
Faktor-faktor yang Membatasi Perencanaan
a. Sulitnya Mencari Anggaran Secara Teliti
Keadaan mendatang yang penuh dengan ketidak-pastian menyebabkan anggapan-anggapan yang tepat juga sulit ditentukan.
b. Perubahan yang Sangat Cepat
Perubahan yang terjadi terlalu cepat dapat menyebabkan berbagai kesulitan dalam menyusun suatu perencanaan.
c. Kekakuan Internal
Kekakuan yang berasal dari dalam organisasi/perusahaan, dapat berupa:
• Kekakuan Psikologis
Terkadang orang apabila sudah mempunyai suatu pendapat sulit untuk diubah, begitu pula dengan cara berpikirnya.
• Kekakuan Karena Adanya Prosedur dan Kebijakan
Sekali prosedur dan kebijakan dibuat dan dapat diterima oleh orang banyak, maka akan sulit untuk dubah.
• Kekakuan Sumber Daya dan Dana
Sekali modal ditanamkan pada aktiva tetap, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan di waktu mendatang menjadi sanagt terbatas.
d. Kekakuan Eksternal
Berkaitan dengan masalah sosial-politik, teknologi, kebudayaan, geografi, perekonomian dan sebagainya.
e. Waktu dan Biaya
Banyaknya aktivitas seseorang membatasi tersedianya waktu untuk melaksanakan aktivitas lain, jadi waktu untuk perencanaan terbatas.Makin lama waktu yang dibutuhkan, makin besar pula biayanya.
Pengambilan Keputusan
a. Syarat Pengambilan Keputusan
 Harus berusaha mencapai suatu tujuan melalui tindakan positif
 Harus dapat mengetahui tujuan-tujuan yang dapat dicapai beserta kekurangannya
 Harus mampu untuk mengadakan analisis dan pernilaian berbagai alternatif
 Harus bersikap optimis dan kemauan yang kuat untuk memilih alternatif yang terbaik.
b. Alat Pengambilan Keputusan
(1)Operation research,(2) teori probabilitas,(3)linear programming, selain itu ada:
 Analisa Risiko
Setiap keputusan didasarkan pada interaksi beberapa variabel kritis,meliputi:
 Biaya pengenalan
 Biaya produksi
 Investasi modal yang dibutuhkan
 Harga
 Market share yang dapat dicapai
 Pohon Keputusan (Decision Tree)
Menganalisis dengan jalan melihat berbagai kemungkinan arah yang dapat diambil dari berbagai jenis keputusan

PENGORGANISASIAN
Pengertian
Pengorganisasian merupakan usaha untuk menyusun komponen-komponen pokok (personalia, fungsi dan faktor-faktor fisik) sedemikian rupa, sehingga dapat dipakai sebagai sarana untuk mencapai tujuan.
Hubungan yang timbul dari organisasi dapat berbentuk:
a. Hubungan Informal
Meliputi: hubungan yang timbul tidak disengaja, hubungan di luar pekerjaan, dan hubungan lain yang bersifat tidak resmi.
b. Hubungan Formal
Merupakan bentuk hubungan yang dilakukan dengan sengaja.
Dalam hubungan formal terdapat tiga hubungan dasar, yaitu:
1) Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah kewajiban-kewajiban bagi individu untuk melaksanakan tugas yang telah ditetapkan dengan cara sebaik mungkin.
2) Wewenang
Wewenang adalah hak untuk mengambil keputusan tentang apa yang harus dilakukan seseorang.
3) Pertanggung-jawaban
Pertanggung-jawaban merupakan kebalikan dari wewenang. Pertanggung-jawaban ini berasal dari bawahan.
Pola Hubungan antar Komponen Organisasi
Antar tujuan, fungsi, tanggung jawab, wewenang serta pertanggung-jawaban mempunyai hubungan erat , dan berkaitan satu dengan yang lainnya.
Rentangan Kekuasaan
Rentangan kekuasaan ini disebabkan oleh adanya keterbatasan pada kemampuan seseorang. Banyak sedikitnya frekuensi hubungan antar pimpinan dengan bawahan dipengaruhi beberapa faktor, antara lain:
a. Latihan dari Bawahan
Makin sempurna latihan yang diberikan kepada bawahan, makin mudah pula bagi bawahan tersebut untuk memahaminya, sehingga tidak perlu bertanya lagi tentang apa yang harus dikerjakan.
b. Pendelegasian Wewenang
Organisasi yang kurang teratur dapat memberikan pengaruh yang kurang menguntungkan terhadap frekuensi hubungan antara pimpinan dan bawahan.
c. Perencanaan
Biasanya tugas-tugas bawahan dalam perencanaan telah ditetapkan dengan harapan agar mereka mudah menghayatinya.
d. Teknik Komunikasi
Teknik komunikasi yang baik akan mempengaruhi rentangan kekuasaan yang ada.
Dasar-dasar Penggolongan Bagian Di Dalam Organisasi
a. Didasarkan pada Suatu Angka, biasanya terdapat di bidang kemiliteran.
b. Didasarkan pada Waktu, biasa dipakai dalam pelaksanaan tugas-tugas di pabrik
c. Didasarkan pada Fungsi Perusahaan,
d. Didasarkan pada Luas Daerah Operasi
e. Didasarkan pada Jenis Barang yang Dihasilkan
f. Didasarkan pada Jenis Langganan
Karakteristik Struktur Organisasi
Memiliki dua karakteristik dasar, yaitu:
a. Keseimbangan dalam Organisasi
b. Fleksibel

PENGARAHAN
Prinsip-prinsip Pengarahan
a. Prinsip Mengarah Kepada Tujuan
b. Prinsip Keharmonisan Dengan Tujuan
c. Prinsip Kesatuan Komando
Cara-cara Pengarahan
a. Orientasi
b. Perintah
 Perntah umum dan khusus, perintah umum mempunyai sifat yang luas sedang perintah khusus bersifat lebih menitail.
 Perintah lisan dan tertulis, peintah tertulis memberikan kemungkinan waktu yang lebih lama dari perintah lisan.
 Perintah formal dan informal, perintah formal merupakan perintah sedangakan perintah informal lebih banyak mengandung saran.
 Delegasi wewenang, dalam delegasi ini pimpinan melimpahkan sebagian dari wewenang yang dimiliknya kepada bawahan.
Komunikasi
Agar komunikasi dapat lebih efektif dan efisien, perlu diperhatikan beberapa prinsip berikut:
1) Komunikasi harus jelas
2) Prinsip integritas
3) Prinsip penggunaan organisasi informal
Motivasi
Motivasi mempunyai dua macam bentuk yaitu motivasi positif dan motivasi negative.
a. Motivasi positif , mempengaruhi orang lain dengan cara memberikan penambahan tingkat kepuasan tertentu.
b. Motivasi negative, merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu secara terpaksa.

PENGKOORDINASIAN
Prinsip-prinsip Koordinasi
a. Prinsip kontak langsung
b. Prinsip penekanan pada pentingnya koordinasi
c. Hubungan timbal balik di antara faktor-faktor yang ada
Pelaksanaan Fungsi Koordinasi
Untuk melaksanaan fungsi koordinasi, manajer dapat menempuh dua cara yaitu:
a. Menjamin bahwa kondisi lingkungan dapat membantu untuk memberikan fasilitas bagi terlaksananya koordinasi.
b. Memastikan apakah masing-masing individu sudah mengetahui prinsip-prinsip koordinasi

PENGAWASAN
Pengertian
Membandingkan segala sesuatu yang telah dijalankan dengan rencana, serta melakukan perbaikan-perbaikan bilamana terjadi penyimpangan.
Langkah-langkah pengawasan
a. Menciptakan standard
b. Membandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standard
c. Melakukan tindakan koreksi
Syarat-syarat pengawasan yang baik
»»  READMORE...

Selasa, 12 Oktober 2010

tugas resume pengantar bisnis BAB 2

BAB 2
LINGKUNGAN PERUSAHAAN

PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERUSAHAAN
Kondisi bisnis banyak berpengaruh pada kehidupan kita. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan mempunyai beberapa tanggung jawab pada kehidupan dan kesejahteraan manusia. Tanggumg jawab sosial tersebut mencakup hal-hal seperti bidang kesehatan, informasi konsumen, praktek tanpa diskriminasi, dan pemeliharaan lingkungan fisik.
Pengertian Lingkungan Perusahaan
Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan tersebut banyak ragamnya, termasuk aspek ekonomi, politik, sosial, etika hukum, dan ekologi/fisik dan sebagainya.
Perusahaan dalam Masyarakat yang Pluralistik
Perusahaan sangat bergantung pada masyarakat untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan, dan sikap masyarakat terhadap perusahaan juga berpengaruh pada cara pelayanan perusahaan tersebut. Oleh karena itu perusahaan harus menjaga hubungan yang baik dengan pihak-pihak yang berkepentingan.
Dalam masyarakat pluralistik, terdapat banyak pusat kekuatan yang masing-masing mempunyai sifat mandiri. Dalam hal ini, pluralisme menggambarkan usaha manusia untuk mempertemukan kebutuhan dan kepentingan dari berbagai organisasi.
Kesan Negatif Tentang Perusahaan
Banyak masalah yang menciptakan kesan negatif tentang perusahaan misalnya, penyelewengan pajak, penyelundupan barang, penyogokan kepada pejabat pemerintah, periklanan yang menipu, kebocoran pabrik yang berbahaya, pembayaran yang tidak legal dan sebagainya. Kritik terhadap perusahaan tidak hanya pada masalah ekonomi, moral, etik, dan politik saja tetapi juga masalah limbah kimia yang dihasilkan.
Usaha-usaha untuk Memperbaiki Kesan Negatif
Perusahaan perlu melakukan kegiatan hubungan masyarakt yang efektif dan baik sehingga tercipta komunikasi dua arah yang serasi antara perusahaan dengan pemerintah dan masyarakat serta memperhatikan saran dan keluhan masyarakat.

LINGKUNGAN FISIK, ENERGI DAN KONVERSASI
Salah satu masalah yang sangat sulit diatasi dan memerlukan biaya besar adalah yang berkaitan dengan lingkungan fisik.
Ekologi
Ekologi, ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungan. Kualitas lingkungan kita sudah semakin menurun, hal ini terutama disebabkan oleh tiga faktor:
1. Semakin meningkatnya konsentrasi penduduk
2. Perkembangan teknologi baru
3. Semakin meningkatnya kemakmuran ekonomi

Macam-macam polusi
Polusi merupakan pengrusakan lingkungan alam dimana kita hidup dan bekerja.
Pencemaran udara
Polusi udara menimbulkan dampak negatif yang biasanya dikaitkan dengan penyakit jantung dan pernapasan.
Pencemaran air
Banyak kasus pencemaran air terjadi di Indonesia yang bersal dari berbagai sumber, seperti lingkungan industri, pemukiman dan lingkungan pertanian.
Pencemaran sampah awet
Sampah awet, seperti kaleng bekas, botol, karet dan plastik sangat sulit mendapatkan pembuangan, karena tidak dapat menyatu dan terurai dengan tanah. Namun,masih ada pihak yang dapat membantu mengurangi polusi sampah awet yaitu pemulung yang mendapatkan hasil dengan menjualnya ke pabrik-pabrik pengolahan.

Energi dan Konservasi
Di Indonesia energi minyak bumi sudah lama digunakan. Kemudian muncul
penggunaan gas alam, dan akhir-akhir ini sudah mulai dikembangkan energi matahari yang kiranya dapat memberikan prospek penggunaan yang baik di masa depan karena hampir tidak ada bahaya, biayanya murah dan bebas polusi.

LINGKUNGAN PEREKONOMIAN DAN PERPAJAKAN
Alasan-alasan bagi Meningkatnya Pengeluaran Pemerintah
Untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kepada masyarakat, beberapa contoh kegiatannya antara lain: asuransi kesehatan, pembangunan rumah murah yang sehat, pengawasan polusi, serta bantuan kepada pengusaha kecil.
Adanya pertambahan penduduk juga dapat mengakibatkan pengeluaran pemerintah lebih besar. Selain itu pembangunan-pembangunan yang dilakukan pemerintah, seperti pembangunan sarana air minum pedesaan dan pembangunan jamban keluarga juga mengakibatkan pengeluaran pemerintah lebih besar.

Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah
Apabila pengeluaran pemerintah lebih besar dari penghasilan maka akan terjadi defisit. Untuk menutup defisit dilakukan peminjaman kepada bank-bank atau yang disebut utang negara. Tidak semua pajak yang dipungut oleh pemerintah ditujukan untuk meningkatkan penghasilan, terutama pajak yang dikenakan di tempat perjudian dan pajak impor.
Ada beberapa macam pajak yang dikenakan pemerintah, antara lain:
a. Pajak Tidak Langsung
Pajak tidak langsung dapat dikenakan atas barang-barang seperti rokok, tembakau, minuman keras dan sebagainya. Pajak lain yang termasuk pajak tidak langsung adalah pajak penjualan impor, cukai, bea masuk, pajak ekspor, dan sebagainya.
b. Pajak Langsung
Yang termasuk pajak langsung adalah pajak kekayaan, pajak pendapatan(PPd), pajak perseroan(PPs) dan pajak dividen.
Secara keseluruhan penerimaan pemerintah dapat diperoleh dari:
• Penerimaan dalam negeri,meliputi: pajak langsung, pajak tidak langsung, penerimaan minyak dan penerimaan bukan pajak.
• Penerimaan pembangunan, meliputi: bantuan program dan bantuan proyek.
Sedangkan seluruh pengeluaran pemerintah dikelompokkan ke dalam,
• Pengeluaran rutin, antara lain: belanja pegawai, belanja barang, subsidi daerah otonom, bunga dan cicilan utang serta pengeluaran lain.
• Pengeluaran pembangunan
Usaha-usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melaksanakan pembangunan sektoral maupun pembangunan regional.

LINGKUNGAN HUKUM
Hukum yang ada di Indonesia dikelompokkan ke dalam hukum publik dan hukum privat.
Hukum Publik , hukum yang mengatur masalah-masalah yang menyangkut kepentingan dan keamana hukum.

Hukum Privat, hukum yang mengatur hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan seseorang dan kelompok-kelompok dalam masyarakat.

LINGKUNGAN PEMERINTAH
Perhatian Pemerintah terhadap Kegiatan Usaha
Pemerintah telah memberikan bantuan dalam kehidupan perusahaan terutama berupa perlindungan atas kekayaan, pengadaan kontrak dan pemberian paten.
a) Bantuan di Bidang Transportasi
Pemerintah banyak memegang peranan dalam transportasi, seperti pada sektor perkereta-apian yang sepenuhnya dikuasai pemerintah yang diatur oleh Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), selain itu ada juga usaha-usaha pemerintah seperti Garuda Indonesian Airlines(GIA) di sektor angkutan udara, PELNI di sektor angkutan laut, dan DAMRI di sektor angkutan darat.
b) Bantuan pada Perusahaan-perusahaan Kecil
Bantuan pada perusahaan-perusahaan kecil, digolongkan menjadi tiga, yaitu:
• Bantuan finansial
• Bantuan pemberian kontrak
• Bantuan teknik dan manajemen
c) Bantuan di Bidang Komunikasi
Bantuan komunikasi yang meliputi kegiatan-kegiatan siaran radio, televisi, telepon, dan sebagainya hampir seluruhnya dikuasai dan diatur oleh pemerintah.
LINGKUNGAN INTERNASIONAL
Lingkungan internasional merupakan suatu konsep keseluruhan yang luas meliputi kegiatan dan masalah perekonomian dunia. Keadaan perekonomian nasional dipengaruhi pada masalah-masalah internasional. Contohnya krisis energi yang terjadi sesudah tahun 1973 yang menyebabkan beberapa negara pengimpor minyak mengalami kesulitan.

Neraca Pembayaran Internasional
Neraca pembayaran menggambarkan transaksi-transaksi internasional, yaitu jumlah utang negara X kepada negara Y dan jumlah utang dari Negara Y kepada Negara X. Suatu konsep penting yang behubungan dengan neraca pembayaran adalah neraca perdagangan. Jika ekspor suatu negara melebihi impornya, maka keadaan neraca pembayaran menguntungkan. Jika impor lebih besar dari ekspor, maka keadaan neraca perdagangan tidak menguntungkan.

Perusahaan-perusahaan Multinasional (Multinational Corporation)
Perusahaan-perusahaan multinasional kebanyakan bersal dari negara-negara Eropa, Amerika, dan Jepang. Pasar yang dikuasainya meliputi beberapa negara selain negaranya sendiri. Mereka memperluas pasarnya ke negara-negara lain dengan tujuan untuk menampung kelebihan hasil produksinya di atas kebutuhan untuk konsumsi dalam negeri.

Kegiatan-kegiatan Multinasional
Perusahaan-perusahaan multinasional beroperasi di suatu negara untuk mengembangakan pasarnya secara ekonomis dan berusaha memanfaatkan keadaan politik yang menguntungkan. Untuk menjalankan kegiatannya perusahaan tersebut dapat berbentuk suatu joint venture, perjanjian lisensi atau kontrak khusus yang ditandatangani bersama pemerintah. Adanya perusahaan multinasional dapat membantu perbaikan kondisi perekonomian dari satu negara terhadap negara lain. Dan juga mendorong peningkatan kemampuan teknologi, manajemen dan keterampilan orang-orang dimana perusahaan tersebut beroperasi.


Ciri-ciri Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional merupakan sumber dari penanaman modal asing langsung dan jumlahnya merupakan ukuran kegiatan perusahaan tersebut. Delapan dari sepuluh perusahaan multinasional terbesar di dunia berasal dari Amerika Serikat. Sebagian besar dari penanaman modal asing di negara-negara berkembang diusahakan di bidang sumber daya alam, sisanya di bidang pengolahan, perdagangan, prasarana, transport, perbankan, turisme dan jasa-jasa lainnya.

Kebaikan dan Keburukan Perusahaan Multinasional
a) Kebaikan perusahaan multinasional:
 Menambah devisa Negara melalui penanaman modal di bidang ekspor
 Mengurangi kebutuhan devisa untuk impor di sektor industri
 Menambah pendapatan negara berupa pajak dan royalty
 Menambah kesempatan kerja
 Meningkatkan taraf hidup karyawan
 Meningkatakan kemampuan dan keterampilan bagi tenaga kerjanya
 Memodernisir industri
 Menambah arus barang karena meningkatnya produksi nasional yang didukung oleh perusahaan tersebut
 Memperluas pasar faktor-faktor produksi dalam negeri
 Ikut mendukung pembangunan nasional

b) Keburukan Perusahaan Multinasional:
 Makin banyak perusahaan multinasional yang didirikan dapat mempengaruhi kekuasaan ekonomi negara
 Perusahaan-perusahaan Multinasional tersebut memperoleh hasil berupa:
 Keuntungan yang akan dialihkan ke luar negeri kepada pemegang sahamnya
 Penyusutan/depresiasi, digunakan untuk menyembunyikan keuntungan agar tidak terkena pajak
 Kebutuhan bahan baku dan barang modal dari luar negeri difasilitasi pemerintah
 Dapat merusak kehidupan politik dan ekonomi Negara
 Mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dengan memperbesar modal merupakan motif perusahaan-perusahaan multinasional yang berakibat kurang menguntungkan.

Lembaga-lembaga yang Membantu Perdagangan Internasional
Lembaga-lembaga perantara (middlemen) dalam pelaksanaan ekspor atau impor, dibedakan ke dalam empat golongan.
a) Export and Import Commission House
Commission House merupakan wakil-wakil dari pembeli. Export Commission House menerima pesanan dan melayani pembeli di luar negeri , sedangakan Import Commission House menerima pesanan dan melayani pembeli di dalam negeri.

b) Merchant Exporters and Importers
Merchant Exporters and Importers membeli barang-barang dalam negeri dan menjualnya ke luar negeri, atau membeli barang-barang di luar negeri dan menjualnya ke dalam negeri.

c) Manufacturer’s Export Agents
Export Agents bertindak sebagai bagian ekspor dari suatu perusahaan. Yang hubungannya dengan perusahaan bersifat permanen dan ditetapkan dengan suatu kontrak.

d) Export and Import Brokers
Makelar (broker) dalam kegiatan ekspor-impor berusaha mempertemukan pembeli dan penjual bersama-sama, dan mendapat komisi dari transaksi yang terjadi.

Perkembangan Impor dan Ekspor Indonesia
Setiap tahun sejak 1969 keadaan ekspor Indonesia mengalami perkembangan yang positif dalam nilai dollar , tetapi mulai periode 1981/1982 mulai mengalami fluktuasi. Barang-barang yang diekspor digolongkan menjadi dua kelompok, yakni barang-barang selain migas dan migas.
Barang-barang yang termasuk kategori bukan minyak digolongkan menjadi:
a. Golongan barang utama, seperti: kayu, karet, timah, minyak kelapa sawit, kopi, tembakau, teh, biji kelapa sawit.

b. Golongan barang lain, seperti: bahan makanan, barang tambang, lada, kopra dan lain-lain.
Nilai impor tanpa minyak menurun sejak periode 1982/1983. Hal ini menguntungkan Indonesia karena terjadi penghematan devisa.

Impor yang dilakukan Indonesia meliputi tiga macam golongan yakni:
a. Barang konsumsi, seperti: beras, tepung terigu
b. Bahan baku dan penolong, seperti: cengkeh, bahan kimia, bahan cat, pupuk
c. Barang modal, seperti: generator listrik, alat komunikasi

Selain ketiga golongan tersebut Indonesia juga mengimpor minyak dan gas untuk konsumsi dalam negeri.
»»  READMORE...

Senin, 27 September 2010

Resume Pengantar Bisnis Bab1

LATAR BELAKANG INDUSTRI DAN PERDAGANGAN
Ø      Kegiatan Perekonomian
Pola atau cara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekarang merupakan akibat dari proses perkembangan  secara historis dalam jangka panjang .Dahulu masyarakat primitif memenuhi kebutuhannya utamanya yaitu, makanan, pakaian dan perumahan sendiri, tanpa bergantung pada orang lain. Contohnya untuk mendapatkan makanan mereka berburu binatang atau bercocok tanam. Pada waktu ini masyarakat belum melakukan pertukaran.
Kemudian masyarakat mulai hidup menetap dan mulai melakukan cara hidup yang lebih baik. Kegiatan perdagangan mulai dilakukan dengan cara barter setelah masing-masing keluarga merasa kelebihan barang atau peralatan yang dibutuhkan, sehingga dapat ditukar dengan barang atau jasa lain dari tetangganya. Mereka merasakan keuntungan  dengan adanya pembagian kerja menurut jenis kebutuhannya, sehingga satu keluarga hanya memproduksi beberapa jenis barang saja. Bentuk pengkhususan semacam ini disebut spesialisasi (proses penyebaran secara horizontal). Makin banyak jumlah kebutuhan,makin melebar juga spesialisasi tersebut.


Namun kini masyarakat sudah semakin maju dan membawa akibat yang lebih kompleks dalam perekonomian. Masyarakat kini memakai uang sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan.
Selain spesialisasi, pertukaran dapat ditimbulkan dengan adanya diferensiasi (proses penyebaran secara vertikal), yaitu dari bahan dasar yang sama menghasilkan berbagai jenis produk.
Di samping proses penyebaran (dispersi), ada pula proses penyatuan (konsentrasi) yaitu, masing-masing kegiatan secara keseluruhan  merupakan satu kesatuan. Apabila konsentrasi itu dilakukan  secara horizontal, disebut paralelisasi. Perusahaan tidak hanya membuat satu produk, tetapi sudah beberapa macam produk. Sedangkan apabila konsentrasi dilakukan secara vertikal, disebut integrasi. Beberapa tingkat rangkaian pekerjaan suatu barang yang semula dikerjakan beberapa perusahaan kemudian disatukan dalam satu perusahaan. Menurut asalnya, berbagai macam barang kebutuhan dapat diperoleh secara bebas tanpa memerlukan usaha, seperti sinar matahari untuk penerangan, air hujan untuk minum dan penyubur tanaman, dan sebagainya. Barang-barang seperti ini disebut barang bebas (free goods). Barang bebas hanya sebagian kecil dari jumlah barang yang kita butuhkan,sedangkan sebagian besar barang lainnya dipenuhi dengan barang atau jasa yang diusahakan orang lain seperti, petani, tukang cukur, pengrajin dan sebagainya. Barang yang diperoleh melalui proses kegiatan (ekonomi) dikelompokkan menjadi dua yaitu:
a)Barang konsumsi (consumers goods) yang secara langsung dapat memenuhi kebutuhan,
b)      Barang industri (industrial goods) barang yang digunakan untuk mendukung produksi barang konsumsi.
            Selain itu kedua kelompok barang tersebut dibagi lagi menjadi:
a)      Barang tahan lama (durable goods) dapat dpakai berkali-kali,
b)      Barang tidak tahan lama (nondurable goods),hanya dapat dipakai sekali atau beberapa kali saja.

Ø      Sistem Perekonomian
Ada empat bentuk sistem perekonomian di dunia, yaitu kapitalisme, sosialisme, fasisme, dan komunisme.
a.      Kapitalisme
Kapitalisme merupakan falsafah ekonomi, tetapi bukan bentuk pemerintahan. Dalam sistem ini, seseorang diberi kebebasan untuk memiliki kekayaan, memiliki perusahaan, bersaing secara bebas dalam pasar, dan menentukan miliknya kemudian. Kebebasan seperti ini disebut laissez faire.
Menurut Adam Smith,ada sebuah tangan yang tidak kentara dalam persaingan (invisible hand of competition )yaitu ketika suatu perusahaan kalah dan keluar dari persaingan.
b.      Sosialisme
Sosialisme merupakan suatu sistem perekonomian dan juga bentuk pemerintahan. Dalam sistem ini, seseorang bebas untuk memilih tempat yang diinginkan tetapi pemerintah tetap ikut campur dengan menyesuaikan kebutuhan individu kepada kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga  dapat bertindak sebagai pemilik jika ada sebuah perusahaan yang dianggap penting untuk mendukung perekonomian bangsa.
c.       Fasisme
Fasisme juga merupakan suatu sistem perekonomian dan bentuk pemerintahan (biasanya diktator). Pemerintah berkuasa tetapi orang tetap bebas memilih tempat yang diinginkan.
d.      Komunisme
Komunisme juga merupakan suatu sistem perekonomian dan bentuk pemerintahan. Dalam sistem ini tidak terdapat kekayaan pribadi maupun motif keuntungan. Setiap orang bekerja untuk kepentingan masyarakat secara keseluruhan dan pekerjaannya ditentukan oleh negara. Karena pemerintah sangat berkuasa dan kebebasan politik juga diawasi ketat seperti pada fasisme.

Ø      Sistem Perekonomian Pancasila
Banyak ekonom yang berpendapat tentang konsep sistem perekonomian Pancasila yang dipandang cocok untuk masyarakat Indonesia. Para ilmuwan berpendapat gambaran umum karakteristik sistem perekonomian Pancasila sebagai berikut:
1.      Roda perekonomian digerakkan dengan rangsangan ekonomi, sosial, dan moral.
2.      Adanya keinginan kuat dalam mayarakat untuk memperoleh kemerataan sosial (egalitarian) yang sesuai azas-azas kemanusiaan.
3.      Kebijakan ekonomi diutamakan untuk menciptakan perekonomian nasional yang tangguh.
4.      Unit usaha berbentuk koperasi dipandang sebagai penopang perekonomian dan merupakan bentuk nyata dari suatu usaha bersama.
5.      Adanya keseimbangan yang jelas dan tegas antara perencanaan di tingkat nasional dengan desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi.
Karakteristik tersebut didasarkan pada Pancasila. Kelima sila dalam Pancasila itu dijadikan dasar pertimbangan dan pemikiran dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan ekonomi.

Ø      Pengertian Industri dan Bisnis
Perusahaan dapat bertindak sebagai perantara antara sumber faktor produksi dan konsumen. Dalam arti luas, dunia usaha terdiri atas tiga bagian:
·        Tempat kerja untuk menjalankan kegiatan produksi seperti pabrik,hotel,pertambangan,toko atau ladang.
·        Perusahaan, yang memiliki satu tempat kerja atau lebih.
·        Industri
Industri mempunyai pengertian yang banyak, salah satunya ada yang berpendapat industri adalah suatu konsep barat, untuk mengejar: keuntungan, prestasi, da pendapatan yang besar. Usaha-usaha ini akan membawa pertumbuhan ekonomi dan kenaikan produk nasional bruto (gross national product/ GNP) yaitu, nilai total dari seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam waktu satu tahun. Di negara Barat, semua itu dicapai dengan menekankan prinsip-prinsip dasar seperti:
1)      Efisiensi
2)      Prestasi
3)      Pendekatan yang rasional
4)      Manajemen
5)      Hubungan-hubungan yang formal, dan sebagainya.

Kegiatan bisnis meliputi semua aspek kegiatan untuk menyalurkan barang-barang melalui saluran produktif. Pada pokoknya, kegiatan bisnis meliputi:
·        Perdagangan (melalui pedagang)
·        Pengangkutan (dengan alat-alat transport)
·        Penyimpanan (sampai barang terjual)
·        Pembelanjaan (melalui bank atau kreditur)
·        Pemberian informasi (dengan promosi)


PENGERTIAN PERUSAHAAN
                        Perusahaan dapat diartikan sebagai suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan. Terdapat lima unsur penting dalam perusahaan, yaitu: organisasi, produksi, sumber ekonomi, kebutuhan, cara yang menguntungkan.
Ø      Organisasi
Organisasi berasal dari bahasa Yunani (organ) yang artinya alat. Dapat terbentuknya suatu organisasi karena adanya alat produksi yang dikombinasikan dengan sumber-sumber ekonomi lainnya seperti manusia, bahan-bahan dan sebagainya sehingga akan timbul kerjasama secara efisien, efektif, dan dapat hidup sebagaimana mestinya.
Organisasi bersifat dinamis, artinya dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan. Pada hakekatnya organisasi bukan hanya sebuah kumpulan dari sumber-sumber ekonomi semata,tetapi juga menciptakan suasana kerja yang baik dan hasil yang terbaik.

Ø      Produksi
Aktivitas produksi, yaitu semua usaha yang ditujukan untuk menciptakan atau menaikkan faedah (utility). Usaha-usaha produksi dapat digolongkan ke dalam:
  1. Produksi Langsung, usaha untuk menghasilkan atau mendapatkan barang secara langsung, ini meliputi:
    • Produksi primer (Ekstraktif), mendapatkan bahan langsung dari alam.
    • Produksi sekunder, mendapatkan bahan dengan mengolahnya menjadi barang lain.
  2. Kegiatan yang Membantu Produksi Langsung, kegiatan ini disebut produksi tersier. Meliputi perdagangan, distribusi, perbankan, perasuransian, penelitian pasar dan periklanan.
  3. Produksi Tidak Langsung, berupa jasa-jasa yang sangat berguna bagi perusahaan. Seperti, akuntan,ilmuwan atau polisi.

Ø      Menggunakan dan Mengkoordinir Sumber-sumber Ekonomi/Faktor-faktor Produksi
Pada pokoknya sumber-sumber ekonomi atau faktor-faktor produksi yang digunakan perusahaan dikelompokkan ke dalam:
a)      Manusia
b)      Uang
c)      Material
d)      Metode
MANUSIA, bukan hanya sebagai tenaga kerja tetapi juga sebagai konsumen. Seseorang dapat dikatakan sebagai tenaga kerja produktif pada umur antara 16 sampai 55 tahun.
UANG, merupakan unsur penting untuk menciptakan modal. Modal adalah sejumlah uang atau barang yang dibeli dengan uang tersebut untuk memproduksi barang lain
MATERIAL, elemen-elemen yang dapat dikategorikan ke dalam kelompok material anatara lain:
v     Tanah
v     Sumber-sumber alam, seperti: hasil hutan, hasil peikanan, dan mineral.
METODE, meliputi ide-ide produktif, pengambilan keputusan, penanggungan risiko dan sebagainya yang bertujuan untuk mengorganisir dan mengkoordinir faktor-faktor lain dengan baik. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut wiraswata (entrepreneur).
Kadang keempat faktor produksi tersebut dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
v     Modal (termasuk tanah dan tenaga kerja),dan
v     Manajemen

Semua kegiatan dalam perusahaaan bertujuan untuk membuat barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dan mendistribusikannya sehingga memperoleh laba. Semakin baik pelayanan yang diberikan perusahaan kepada masyarakat akan semakin besar pula laba yang mungkin didapat.

Ø      Kebutuhan
Kebutuhan meliputi kebutuhan barang dan jasa. Sebuah perusahaan hanya dapat memenuhi sebagian kebutuhan manusia saja. Sedangkan kebutuhan lainnya dipenuhi oleh perusahaan lain pula.
Ø      Cara Yang Menguntungkan
Cara-cara yang menguntungkan perusahaan harus ditempuh dengan menekankan prinsip-prinsip efisiensi dan menghindari pemborosan agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Cara yang menguntungkan masing-masing perusahaan berbeda. Perbedaan ini terletak pada:
a.      Bidang Operasi
Perusahaan ada yang bergerak di bidang pengolahan (manufaktur), perakitan (assembling), perdagangan maupun bidang jasa seperti: perbankan, pengangkutan, perhotelan dan sebagainya.
b.      Alat produksi
Alat produksi yang dipakai masing-masing perusahaan berbeda tergantung bidang yang dijalaninya.
c.       Tujuan perusahaan
Tujuan yang ingin dicapai perusahaan bermacam-macam bergantung pada keinginan para pemilik atau penanam modal.
·        Keuntungan maksimal.
Jika sebuah badan usaha yang didirikan berbentuk lembaga untuk mengadakan konsentrasi modal, maka pemilik perusahaan(penanam modal) menginginkan pendapatan maksimal dari modal yang ditanam.Keuntungan maksimal yang diperoleh perusahaan sangat membantu tercapainya tujuan-tujuan yang lain, seperti:
ü      Kelangsungan hidup (survival)
ü      Pertumbuhan perusahaan (growth) dan
ü      Prestise.
·        Kesejahteraan Anggota
Jika suatu usaha berbentuk koperasi maka tujuan utamanya adalah menciptakan kesejahteraan para anggotanya. Dengan menyediakan barang dan jasa yang mereka butuhkan dengan harga murah dan memberi pinjaman dengan bunga yang sangat rendah.
·        Kesejahteraan Masyarakat
                             Jika suatu perusahaan dimiliki oleh Pemerintah (Negara), maka tujuan utamanya adalah menciptakan kesejahteraan masyarakat/umum.


FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN IKLIM BISNIS
Ø      Investasi
Investasi adalah penggunaan sumber-sumber untuk menciptakan modal baru. Uang itu dibelanjakan untuk peralatan, bangunan, dan persediaan. Pengaruh investasi terhadap perekonomian sangat besar dan berlipat ganda. Multiplier (pengganda) yang menyebabkan terjadinya pelipat-gandaan itu dapat terjadi sebagai berikut:
·        Jika sebuah pabrik didirikan dalam suatu masyarakat, para penyedia (supplier) dan para pekerja bangunan setempat dapat meningkatkan penghasilannya. Mereka membelanjakan sebagian dari penghasilan mereka yang meningkat, dan para penyedia barang serta jasa yang mereka beli juga akan memiliki uang yang banyak.

Ø      Tabungan
Tabungan berpengaruh untuk menentukan kuat-lemahnya multiplier. Semakin banyak tabungan maka semakin sedikit pengeluaran dan semakin lemah pula multiplier tersebut. Tabungan juga dapat digunakan untuk investasi modal di masa yang akan datang.
Ø      Pemerintah
Pemerintah dapat berperan sebagai pengelola sistem bisnis. Pemerintah dapat meminjam uang untuk membelanjai kegiatannya. Jika pinjaman lebih besar dari apa yang diterima maka akan terjadi defisit. Defisit dapat menjadi masalah jika terjadi inflasi.
Pemerintah dapat mempengaruhi kegiatan bisnis melalui kebijaksanaan “fiskal” atau “moneter”.
·        Kebijaksanaan fiskal digunakan untuk mempengaruhi permintaan dengan meningkatkan pajak atau meningkatkan pengeluaran pemerintah.
·        Kebijaksanaan moneter berkaitan dengan pengolahan supplay uang untuk meningkatkan atau menurukan permintaan.


PROBLEMA BISNIS YANG DIHADAPI SAAT INI
Terdapat tiga persoalan penting dalam sistem bisnis yang selalu mendapat perhatian pemerintah maupun masyarakat, yaitu: inflasi, produktivitas, dan pengangguran.
Ø      Inflasi
Inflasi adalah suatu kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam perekonomian. Inflasi merupakan suatu proses yang membatasi diri karena disebabkan adanya ketidak-seimbangan sementara antara permintaan dengan penawaran barang dan jasa.

Ø      Produktivitas
Produktivitas adalah keluaran barang dan jasa per unit tenaga kerja. Untuk meningkatkan produktivitas diperlukan kerja keras, peralatan dan metode kerja yang lebih baik. Selain itu juga diperlukan peningkatan investasi, riset dan pengembangan, dan teknik-teknik manajemen yang lebih maju.



Ø      Pengangguran
Pemutusan hubungan kerja terjadi karena perusahaan mengalami penurunan penghasilan sehingga tidak mampu membayar upah karyawan. Namun jika kondisi perusahaan membaik, tidak mustahil pemutusan hubungan kerja itu dapat dibatalkan.

»»  READMORE...